TIMES JAZIRAH, MALANG – Polres Malang terus meningkatkan pengamanan dan memantau arus kendaraan yang keluar dan masuk wilayah Kabupaten Malang selama masa libur Lebaran 2025.
Langkah ini merupakan bagian dari Operasi Ketupat Semeru 2025, yang bertujuan menjaga keamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat.
Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar melaporkan, pemantauan arus kendaraan dipusatkan di Gerbang Tol Lawang, Singosari, dan Pakis.
Data yang dihimpun sampai pukul 10.00 WIB, pada Jum'at (4/4/2025), tercatat total jumlah kendaraan masuk Kabupaten Malang sebanyak 23.000 unit, sementara kendaraan keluar mencapai 23.092 unit.
"Secara keseluruhan, arus lalu lintas relatif menurun dibandingkan hari sebelumnya, dengan tren -2,54% untuk kendaraan masuk dan -1,88% untuk kendaraan keluar.," tegas AKP Bambang.
Namun, pihaknya tetap mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dan mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama semua pihak turut menjaga keamanan selama libur Lebaran.
"Koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Perhubungan dan Satpol PP, untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat. Pengamanan akan terus dilakukan hingga arus balik Lebaran selesai," jelasnya.
Dengan pengamanan yang terus diperketat, Polres Malang berharap masyarakat dapat menikmati libur Lebaran dengan aman dan nyaman.
"Jangan memaksakan diri saat lelah di perjalanan. Jika butuh bantuan, pos pengamanan Polres Malang selalu siap melayani masyarakat. Keselamatan adalah prioritas utama," imbau AKP Bambang.
Diperkirakan, puncak arus balik Lebaran akan terjadi pada H+5 sampai H+7. Mengantisipasi ini, petugas terus disiagakan untuk mengelola peningkatan volume kendaraan di kawasan Tol Singosari maupun jalur menuju Malang Selatan.
Lalu lintas di Kabupaten Malang sempat menunjukkan lonjakan signifikan, terutama pada H+1 dan H+2 Lebaran. Meski begitu, kondisi arus lalu-lintas masih terkendali dengan rekayasa lalu-lintas yang diterapkan petugas.
Pada H+1 Idul Fitri, Polres Malang mencatat sebanyak 15.784 kendaraan masuk ke Kabupaten Malang melalui pintu keluar Tol Singosari, meningkat 1.315 unit dibandingkan hari sebelumnya yang mencatat 14.469 kendaraan.
Pada H+2 Lebaran, lalu-lintas di Gerbang Tol Singosari dilaporkan juga menunjukkan peningkatan. Sebanyak 3.424 kendaraan tercatat masuk hingga pukul 10.00 WIB, sementara 3.937 kendaraan keluar menuju Kota Malang dan Kota Batu.
Lonjakan serupa juga terlihat di Gerbang Tol Lawang, dengan 958 kendaraan masuk dan 677 kendaraan keluar ke jalur arteri.
Di tengah peningkatan volume kendaraan, arus lalu-lintas tetap terkendali. Penerapan barrier (pembatas) di simpang perempatan Kepuharjo, Karangploso, Kabupaten Malang, membantu mengurai kepadatan kendaraan yang bergerak ke arah Kota Batu maupun sebaliknya.
Rekayasa lalu-lintas belum diperlukan, namun petugas tetap bersiaga untuk mengantisipasi potensi penumpukan kendaraan. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Volume Lalu Lintas di Malang Menurun, Pemantauan Terus Digelar Sampai Puncak Arus Balik
Writer | : Khoirul Amin |
Editor | : Ronny Wicaksono |